Jangan Berharap Pada Manusia

by - Oktober 13, 2020




Tidak bisa dipungkiri, banyak dari kita yang tidak bisa menahan keluh saat diterpa masalah atau ujian. Kita marah, kecewa, hingga menangis tersedu-sedu. Meski kita tahu sabar itu ada pada hempasan awal, namun kita tetap saja melampiaskan keluhan yang menghimpit dada dan kerongkongan. Sebenarnya kita telah diperingatkan untuk tidak bergantung pada manusia. Mengapa? karena itu hanya akan membuat kita menjadi lemah. Contoh saja, seorang istri bisa mengangkat galon ketika suaminya sedang bertugas dinas diluar kota, namun ketika suaminya ada dirumah ia mendadak tidak bisa melakukannya, karena mengharapkan bantuan dari sang suami. Dan ketika suaminya menolak karena mungkin juga sedang sibuk, maka terjadilah suatu pertengkaran. Ya, sang istri kesal dan sedih karena merasa suaminya tak punya simpati. Harapannya tak terbalas indah, kecewa lah ujungnya. Padahal jika ia melakukannya sendiri pertengkaran itu takkan terjadi. Itu hanya sekelumit cerita kecil dalam suatu rumah tangga jika kita berharap pada manusia, beda halnya lagi ketika kita diluar rumah, dilingkungan masyarakat atau di dunia pekerjaan. Tentu  akan semakin kompleks bentuk harapan itu. 

Pelajaran yang bisa kita petik pada contoh diatas adalah; rasa kecewa tak akan pernah ada jika kita tidak menaruh harap pada manusia. Harapan sepatutnya hanya kita gantungkan pada pencipta kita. Siapa? Allah Azza Wa Jalla. Mengapa demikian? karena Dia yang memegang kendali atas apa yang terjadi dimuka bumi ini dari urusan yang paling terkecil hingga yang paling terbesar. Jika kita masih tetap saja berharap pada manusia untuk bisa selalu membahagiakan kita, berharap pada manusia untuk tidak membuat kita kecewa, berarti kita belum percaya bahwa Allah yang mengatur segalanya, kita belum yakin bahwa Dia yang mengatur apapun yang terjadi didalam hidup kita. Jadi sepatutnya hanya kepadaNya lah kita berharap jalan keluar atas segala besar kecil masalah yang terjadi dalam hidup kita.

Kita hanya bisa berdoa, dan Allah yang menggerakkan setiap hati manusia. Percayalah, harapan yang kita gantungkan pada Allah pasti berbuah manis dan hati yang selalu bergantung harap padaNya pasti akan selalu dilindungi dari pahitnya kecewa. 


:)


Salam, Dee




You May Also Like

1 komentar

  1. duh jadi inget ini, pas ga ada suami bisa semua ngehandle 2 balita. Namun, pas suami di rumah pengennya dibantuin terus..hihi, apa itu sisi feminimnya perempuan apa bergantung sama makhluk ya mbak? hehe

    BalasHapus

Tinggalkan Jejak Anda Disini Ya!