Nikah dulu atau Mapan dulu?

by - September 20, 2020

"Ingin masa depan yang lebih terjamin? menikahlah dengan orang yang kaya, berada, atau setidaknya berkecukupan."



Seringkali kita mendengar petuah seperti diatas. Namun adakah yang salah dengan kalimat tersebut? ."Kerja dimana, ?" selalu menjadi pertanyaan pertama. Kita seringkali mendengar bahkan melihat orangtua yang menilai sudut pandang materi sebagai faktor penunjang utama diterima atau tidaknya seorang laki-laki yang hendak melamar anak gadisnya. Menurutku tidak ada salahnya. Orangtua mana yang ingin melihat anak yang ia jaga selama ini hidup menderita pasca ia menikah. Mungkin, sang gadis bisa berkata tidak mengapa, meski dalam hatinya ia senantiasa menahan keluh. Oleh sebab itu betapa pentingnya edukasi dini bagi anak laki-laki ketika ia telah mencapai usia belasan, tentang bagaimana masa depan yang harus ia persiapkan dari jauh-jauh hari. 

Begitu banyak laki-laki yang takut menikah, ragu melangkah, bahkan dihantui pesimis karena faktor biaya. To be realistis, ini adalah tahun 2020. Menikah: besar sederhana acaranya pasti akan membutuhkan biaya. Namun yang menjadi masalah utama sebenarnya bukanlah masalah biaya, tapi jika telah tertancap dalam hati seorang lelaki akan ketakutan tak bisa menafkahi, belum punya rumah, dan pekerjaan tetap sehingga menjadi penghambat menuju pernikahan. Pemikiran dan ketakutan yang berlebih bukan menjadi acuan untuk berusaha namun sebaliknya. Sebagai pria yang telah memikirkan pernikahan, apakah sepantasnya hanya duduk menunggu keajaiban tanpa ikhtiar yang maksimal? doa tanpa usaha yang sungguh-sungguh, hasilnya takkan terlihat. Mengajak calon istri untuk menerimanya apa adanya atau menemaninya memulai dari nol, memang tak ada salahnya. Tapi dimanakah rasa tanggung jawab itu sebagai calon pemimpin dalam rumah tangga? sementara hak seorang istri adalah dicukupkan ia dalam sandang , pangan dan papannya. 

Jangan takut menikah dan persiapkanlah dirimu mulai hari ini:

1. Buatlah target tahun berapa anda akan menikah

2. Mencari pekerjaan sampingan yang memiliki gaji tetap yang lumayan perbulan

3. Sisihkanlah perbulan sebagian gaji anda di tabungan untuk modal nikah 

4. Tidak lagi membuang-buang waktu untuk berleha-leha, nongkrong dan melakukan aktifitas yang tidak bermanfaat

5. Meminta didoakan agar diberi kemudahan dan rejeki pada ALLAH swt,orangtua, guru dan teman serta kerabat

6. Mulailah mencari rumah/kontrakan untuk ditinggali ketika merasa tabungan dan target menikah semakin dekat

7. Fokus


Sakinah, mawaddah, warrohmah; adalah tiga kata yang tak pernah lepas satu sama lain, kata yang selalu beriringan menjadi doa untuk sepasang pengantin.  Damai tentram, cinta harapan, dan kasih sayang adalah arti darinya. Rumah tangga yang tidak memiliki salah satu diantaranya, akan menjadi sebuah masalah. Oleh sebabnya ilmu agama sebelum memutuskan menikah harus benar-benar menjadi pondasi yang kokoh. Perasaan damai ada ketika kita memiliki ekonomi yang cukup, makan yang cukup, ibadah yang aman, dan tidur yang nyenyak. Seorang wanita yang baik, tidak menilai seberapa kaya dirimu. Seberapa mewah rumahmu, dan seberapa tinggi jabatanmu. Yang mereka inginkan adalah seorang laki-laki yang berani melangkah untuk datang melamarnya, dan memberi ketenangan hati bagi kedua orangtua sang gadis. 


Jadi intinya, nikah dulu atau mapan dulu?

jawabannya; Berusahalah mapan  sembari menikah. Itulah laki-laki sejati.


:)



main picture by ttps://id.pinterest.com/pin/100908847890931069/

You May Also Like

1 komentar

  1. Jleeebbb kak tulisannya! Makasih banyaak pencerahannya hihiiii

    BalasHapus

Tinggalkan Jejak Anda Disini Ya!