Menikah dengan orang yang kita cintai adalah sesuatu kebahagiaan yang di idam-idamkan hampir semua orang. Namun tak sampai disitu, ternyata memiliki buah dari cinta itu pun menjadi sebuah keabsahan untuk disebut pasangan yang berbahagia. 

Hampir 5 tahun berlalu..
Hujatan demi hujatan terdengar fasih, pertanyaan menyakitkan terekam jelas dalam ingatan.
Kalimat perbandingan yang tadinya hanya berlalu, kini melekat dalam hati.
Ini adalah ujian terberat bagi kami ; aku dan suami.
Ya..kami belum juga dikaruniakan seorang anak. Segala macam cara telah kami lakukan. Air mata, materi, dan suara yang bergetar berisi permohonan itu tak terhitung lagi.
Sebulan sekali aku menangis terisak sembari menulis kata demi kata untuk menguatkan hati yang berkali-kali rapuh. Seperti bongkahan kaca yang jatuh nyaring berkeping, namun tetap saja mencoba untuk memperbaikinya. 

Harapan itu masih ada, 
meski kadang terang dan kadang redup lagi..
" Dimana ada harapan, disitu ada kehidupan" begitu kutipan dari Hanum Rais pejuang garis dua yang menginspirasi banyak orang yang sedang menanti buah hati. Kalimat demi kalimat yang terdengar darinya membuat banyak pejuang garis dua; termasuk aku merasa bangkit kembali. Semangat kami untuk terus berjuang bersemi kembali. Berteman dengan kegagalan yang berulang sungguh pahit , dan penawarnya hanyalah do'a dan semangat dari orang-orang yang pernah atau sedang diberi ujian yang sama. 

Kita tak pernah tahu do'a siapa yang Allah Kabulkan..
Aku pikir menanti jodoh adalah hal yang paling meresahkan, namun ternyata menanti buah hati lebih jauh menyesakkan. 
Aku tahu, diluar sana begitu banyak yang lebih lama menanti daripada kami. Namun, lama atau tidaknya durasi penantian itu, kadar harapan dan kesedihan itu tetap saja sama. Aku tak akan bertanya mengapa Allah memberikan aku dan suami ujian berat ini. Aku hanya ingi selalu percaya bahwa Allah punya rencana yang indah bagi kami. 

Sahabat blogger, doakan kami semoga kami pun bisa mengecup bahagia itu..
Bahagia menjadi orangtua..
Karena bisa jadi do'a tulus kalianlah yang Allah kabulkan..

1 Komentar

  1. Ah saya tau rasanya, dulu saya juga termasuk agak lama menanti momongan. Pertanyaan 'sudah isi' udah jadi makanan sehari-hari. Terus semangat, mbak perempuan hebat :) Semoga disegerakan untuk mendapat momongan ya, amiin :)

    BalasHapus

Tinggalkan Jejak Anda Disini Ya!