Mata itu diam terpaku,
tiap detik kata hati datang bergelayut menganggu 
kau terisak menangis, entah sebab apa
wajahmu bermuram, hatimu tersakiti 

Tubuh itu mengisyaratkan seribu gundah,
melintasi lorong waktu menyisakan mimpi,
andai waktu dapat bertanya,
apakah hati itu bahagia karena paksa?

Lirih tatapanmu tak sekuat genggamanmu,
Kau bercerita pada dunia atas bahagiamu,
namun ternyata hati itu masih bersedih,
bersedih atas bintang yang bersinar di malam tempat bulan yang kau genggam.

Tidakkah kau sadari,
sungguh bintang itu takkan ada,
jika kau bangun dari tidurmu.



4 Komentar

Tinggalkan Jejak Anda Disini Ya!